Sikapnya yang mulai berubah membuatku mulai bingung. Apa yang sebenarnya dia fikirkan? Apa yang sebenarnya dia inginkan dariku? . Hmmm, sejak dia minta putus beberapa hari yang lalu *(20-05-11), sikapnya berubah drastis.

Dulu dia emank gak terlalu sering bilang kata “sayang” sewaktu sms, tp smsnya ceria, kalo dia lg marah pasti marahnya tu “marah sayang”, artinya gak marah beneran tp sengaja marah karena sayang (contoh ketika aku telat makan).

Tapi sekarang, semenjak hari itu*, smsnya berubah menjadi kaku, datar, dan biasa aja. Kenapa ya? Perasaanku campur aduk, antara heran, sedih, dan penasaran.

Hmmm, mengenai kejadian dia minta putus itu, begini ceritanya.

Pagi itu, dia sms dengan nada yang agak jutek, “Ulfa mau nanya sesuatu, tp km jwb jjur ya?”, begitu katanya. Lalu dengan santai aku jawab, “Iya, mw nanya apa km?”.

Trus dia balas kira-kira begini, “Hari senin smalem km jalan ama cwe kn? Jjur deh km?”, itu katanya. Kaget bukan main aku baca smsnya. Aku bingung, aku lalu berfikir apa yang aku lakukan hari senin itu? Aku lalu melihat kalender, di situ tertera tanggal 16 Mei 2011,

Dan aku langsung teringat, hari senin itu adalah hari pengumuman kelulusan sekolah. Kegiatan aku hari senin itu, dari pagi sampai jam 12 aku ada dirumah, lalu jam 12 siang aku ke rumah khaizi, dan berangkat bersama ke rumah edo untuk makan durian dirumahnya. Lalu jam 2 siang kami ke sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan. Kemudian corat coret baju hingga jam 3. Aku bergegas ke kantor mama karena hari sudah menunjukkan pukul 3 sore, sesampai disana aku langsung pulang bersama mama, dan setiba dirumah aku istirahat.

Setelah yakin aku tidak ada kemana-mana (jalan sama siapapun) hari senin tersebut, lalu aku balas smsnya. “Ha? Yakin tuh?”, itu kataku. Kemudian dia balas, “Jujur dh km ma ulfa? Km emg rame2 jaln ny ma tman2 km, tp pas dparkiran km tinggal ber2 ma cwe pke jilbab…” itu jawabnya.

Siapa yang gak emosi di fitnah kayak gitu? Lalu aku tanya dari siapa dia dapat info itu, dan dia menjawab dari temannya. Langsung saja aku marah, jujur aku agak kasar marahnya, sampai-sampai temannya (yang ngasih info fitnah) aku bilang “Asu”. Dia pun minta maaf, tp marahku belum reda, aku pun bertengkar hebat dengan dia.

Biasanya setiap aku bertengkar dengannya, pasti selalu aku yang minta maaf duluan. Tapi entah kenapa hari itu aku gak mau ngalah, dan aku tetap saja kasar. Dan pertengkaran pun selesai saat dia sms,

Aku minta maaf, aku yg salah, aku
udh fitnah km, aku udh jutekin km…

Aku minta maaf wn..


Aku agak mereda saat baca sms itu. Lalu aku bertanya sesuatu di sms, dan mungkin dia sakit hati. Lalu akhirnya dia minta putus pada tanggal 20 Mei 2011 pukul 14.53 WIB.

Kita udahan aja ya, lbh baek kta tmenan aj..
Ulfa bkn cwe baek buat km..
Maafn ulfa ya, gpp koq km benci sama ulfa… Ulfa bakal terima..
Tp ulfa bakal slalu ada bwt km…


Air mata pun menetes membaca smsnya itu. Dia adalah orang yang aku sayangi. Sakit rasanya saat membaca sms itu.Lalu aku pun bersikeras agar kami tidak jadi putus. Dia bilang,

Ulfa gag mau nyakitin km lg wn..”

Rasa dicabik-cabik hatiku membaca smsnya itu. Aku pun tetap kukuh agar hubungan kami tidak berakhir. Dan akhirnya dia mau mempertahankan hubungan kami.

Namun semenjak kejadian itu dia berubah. Smsnya tidak lagi hangat seperti dulu, dia pun sudah jarang balas sms aku. Aku ingin seperti dulu, aku ingin sikap manisnya, sikap hangat dan manja, bukan sikap dingin dan datar seperti ini. Aku merindukan sosoknya yang dulu.

3 komentar:

 
Top