Assalamualaikum sobat !! Senang sekali akhirnya saya memutuskan untuk tidak terlalu vakum nge-blog. Hanya update 1 x seminggu saja atau kalau ada kesempatan. Ya walaupun dengan resiko traffic rank turun. Hehehe...

Btw, sobat udah nonton film 2012 itu gak?? Yang kontroversial dengan "kiamat"nya itu lho. Sebenarnya film itu bukan menceritakan akhir dunia alias kiamat. Namun film itu adalah prediksi tentang "Badai Matahari" yang akan terjadi pada tahun 2010-2015. 


Penelitian dari beberapa ahli nasional dan internasional menyebutkan bahwa puncak badai matahari bukan pada tahun 2012, namun pada bulan oktober 2013. 

Sebenarnya apa sih Badai Matahari itu??
Badai Matahari adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dapat melepaskan energi sebesar 6 × 1025 joule. Istilah ini juga digunakan untuk fenomena yang mirip di bintang lain.

Saat ledakan matahari mengarah ke bumi, partikel berenergi tinggi yang ikut terlontar menyusup masuk bumi mengikuti arah medan magnet bumi dari kutub utara dan menyebar memasuki atmosfer. Insiden itu pernah dilaporkan pada saat siklus 22 pada 1989. Kala itu transformator (trafo) pembangkit listrik di Quebec, Kanada, terbakar dan sesaat kemudian listrik yang memasok kebutuhan 6 juta penduduk di sana padam selama 9 jam.



matahari tengelam

Tetapi Apakah Badai Matahari ? bagaimana terjadinya apa dampak badai matahari itu ? , mungkin artikel dari wikipedia ini bisa menjelaskan.
Badai matahari adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dapat melepaskan energi sebesar 6 × 1025 joule. Istilah ini juga digunakan untuk fenomena yang mirip di bintang lain.

Badai matahari mempengaruhi semua lapisan atmosfer matahari (fotosfer, korona dan kromosfer). Kebanyakan badai terjadi di wilayah aktif disekitar bintik matahari.Sinar X dan radiasi ultraviolet yang dikeluarkan oleh badai matahari dapat mempengaruhi ionosfer Bumi dan mengganggu komunikasi radio.

Badai matahari pertama kali diobservasi oleh Richard Christopher Carrington tahun 1859. Sebagian orang mungkin sudah tahu informasi tentang akan adanya badai matahari atau CME (Corona Mass Ejection) pada tahun 2012 nanti. Kata Dr. Thomas Djamaluddin badai matahari tersebut tidak menyebabkan kiamat, namun tetap berdampak pada benda astronomi di sekitarnya. Badai matahari berdampak tidak langsung terhadap manusia, dampaknya adalah terganggunya sinyal radio sehingga menyebabkan jaringan komunikasi menjadi rusak, jelek, atau tidak berfungsi.
Dari tempointeraktif, menurut Thomas, badai matahari itu baru menjadi persoalan jika ledakannya mengarah ke bumi. Saat itu, kata dia, bukan hanya satelit yang mengangkasa di orbit bumi yang terganggu. Bumi pun mengalaminya.

Saat ledakan matahari mengarah ke bumi, partikel berenergi tinggi yang ikut terlontar menyusup masuk bumi mengikuti arah medan magnet bumi dari kutub utara dan menyebar memasuki atmosfer. Insiden itu pernah dilaporkan pada saat siklus 22 pada 1989. Kala itu transformator (trafo) pembangkit listrik di Quebec, Kanada, terbakar dan sesaat kemudian listrik yang memasok kebutuhan 6 juta penduduk di sana padam selama 9 jam.

Tidak hanya itu saja bahkan penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang. Ternyata banyak juga pengaruh yang bisa ditimbulkan oleh badai matahari. Jadi yang paling dikhawatirkan oleh pemerintah mau pun para ahli dari badai matahari itu sebenarnya terganggunya frekuensi radio. Kalau untuk orang awam, tentunya badai matahari dianggap sebagai api neraka yang akan hadir di bumi dan akan membumihanguskan bumi beserta isinya menjadi abu. Siapa yang tidak takut? Mungkin ada sebagian yang tidak takut tapi tetap saja ini meresahkan.
Coba kita lihat betapa bahayanya jika frekuensi radio terganggu, radio di sini bukanlah radio mendengarkan siaran berita atau lagu-lagu seperti prambors, suaragama, dan mustang fm, tetapi lebih kepada alat yang menggunakan konsep radio seperti handphone, wi-fi, GPS, BTS, dan lain-lain. Wah, berarti manusia gapapa donk? Hmm tidak juga, dikarenakan hampir semua manusia memakai alat berkonsepkan radio. Sekarang coba lihat pernyataan berikut:


  • Siapa yang tidak kesal jika sinyal handphone naik-turun yang menyebabkan 5 detik menelpon sudah putus, pulsa tentunya akan termakan banyak ‘kan.

  • Coba lihat pesawat dan kapal menggunakan sistem navigasi manual, tidak lagi memakai GPS, tentu saja tingkat nyasar dan kecelakaannya lebih tinggi dibandingkan dengan memakai GPS. Jadi hati-hati nanti apabila tahun 2011-2013 Anda berniat untuk bepergian naik pesawat.

  • Kita pernah lihat kan ada seperti wajan kecil di atas ATM? Itu tandanya ATM tersebut menggunakan frekuensi radio, mungkin menuju satelit atau apa pun saya kurang paham. Tetapi yang jelas kalau menggunakan frekuensi radio ATM tersebut terganggu juga. Jadi kalau mau mengambil uang di ATM siap-siap saja menerima tulisan “ERROR” atau “ATM TIDAK DAPAT DIGUNAKAN UNTUK SEMENTARA”. Solusinya, ambillah uang Anda dari bank jauh-jauh hari dan letakkan di bawah bantal tidur atau dalam lemari

  • Anda memakai wi-fi untuk internetan? Jangan harap bisa menerima sinyal dengan baik tentu saja karena frekuensinya terganggu, wi-fi memakai sinyal di 54GHz dan channel 20/40MHz, dengan ini kebebasan Anda dalam berinternet akan terganggu.

  • Potensi antar negara untuk meluncurkan ICBM/CBM berhulu ledak Nuklir menjadi sangat kecil, tentu saja karena ICBM/CBM menggunakan konsep radio dalam hal ini GPS untuk menuntun ICBM jatuh meledak tepat pada sasaran. Lah, kalau sinyal GPS saja terganggu? Salah-salah bisa mengarah ke negara sendiri setelah itu habis deh.. atau malah mungkin nyasar ke laut terus negara rugi deh. Makanya para negara pemilik ICBM/CBM tentunya berpikir berkali-kali kalau ingin meluncurkannya pada tahun 2011-2013.

  • Hati-hati terhadap hewan yang sensitif terhadap gangguan frekuensi seperti anjing dan kelelawar, salah-salah nanti ketika Anda sedang jalan sore-sore Anda dicokot kelelawar mabuk sinyal atau digigit anjing yang marah gara-gara sinyal.
.http://id.wikipedia.org/wiki/Badai_matahari
Lalu Kenapa Badai Matahari Ramai-ramai dibahas sekarang ini ? yah karena Sejumlah peneliti antariksa di dunia memprediksi puncak badai matahari akan terjadi pada pertengahan tahun 2013. Indikasi tersebut berdasar pada aktivitas matahari yang saat ini terus meningkat. Aktivitas matahari ini berupa medan magnet, bintik matahari, ledakan matahari, lontaran massa korona, angin surya, dan partikel energetik.
"Pada 2012 hingga 2015 bintik matahari diperkirakan mencapai titik yang sangat banyak dan itu akan memicu banyak ledakan," ujar Dra Clara Yono Yatini, MSc, Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), di sela-sela sosialisasi fenomena cuaca antariksa 2012-2015 di Denpasar, Bali.[kompas]
Puncak Aktivitas Matahari Tahun 2013
Hasil pengamatan Matahari sejak tahun 2000 menunjukkan jumlah bintik Matahari cenderung menurun hingga mencapai tingkat terendah tahun 2009. Namun, tahun depan diperkirakan mulai terjadi peningkatan kejadian bintik Matahari hingga mencapai puncaknya pada tahun 2013.

Hal ini dipresentasikan Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Clara Yono Yatini, dalam forum komunikasi kehumasan instansi pemerintah bertema ”Fenomena 2012”, di Jakarta, Selasa (15/12).

Sri Kaloka Prabotosari, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, menambahkan, saat ini Matahari sedang berada pada awal siklus ke-24. ”Menurut perhitungan, puncak siklus terjadi pada sekitar tahun 2012-2013. Saat itu terjadi flare yang sangat besar,” ujarnya.
 
Dampak Badai Matahari 2013 - Gangguan Komunikasi
Hasil pengamatan sejak tahun 2000, ketika bintik Matahari mengalami penurunan, gangguan cuaca antariksa justru terjadi karena munculnya fenomena tersebut, yaitu pada tahun 2000, 2003, dan tahun 2005.

Gangguan pada tahun-tahun tersebut antara lain mengakibatkan gangguan komunikasi satelit dan blackout atau padamnya jaringan listrik di beberapa negara. ”Oleh karena itu, pemantauan dan antisipasi menjelang puncak aktivitas Matahari harus terus dilakukan,” katanya.

Bintik hitam Matahari mencapai jumlah tertinggi pada tahun 2013 hingga 90 buah. Namun, prediksi sumber lain menyebutkan 170 buah, sama dengan kejadian tahun 2000.

Di daerah bintik hitam itu terjadi puntiran garis medan magnet Matahari. Ini berpotensi menimbulkan flare atau ledakan di permukaan Matahari akibat terbukanya kumparan medan magnet. Selain melepaskan partikel berenergi tinggi, flare juga memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik dan menimbulkan badai Matahari.


Yah dan semoga kita berharap badai matahari nanti tidak ada gangguan yang membahayakan pada manusia, kalau misalnya ada, masih ada waktu untuk bertobat.

12 komentar:

  1. Ulasan yang menarik ... thanks

    BalasHapus
  2. serem jg klo ngingetin masalah badai matahari, apalagi dampaknya ke planet bumi ini, kekna buat ngumpet dibawah tanah pun ttp aja kena :(

    BalasHapus
  3. hmmm...
    btul juga sob..
    moga aja efeknya gak terlalu merusak bumi, apalagi manusia !!
    amiin

    hhe

    BalasHapus
  4. wah kata2 terakhir nih yg bikin deg2 ser...mudah2an gak terjadi apa2 pada umat manusia.amiiinnn...

    BalasHapus
  5. meski sdh bbrp kali tau ttg info tsb,tetep aja takut rasanya...sbg manusia yg beriman, kt cm bs berdo'a...

    BalasHapus
  6. Ya ALLAH berikanlah keselamatan pada hamba - hamba-Mu yang selalu mengingat-Mu...
    Amien

    BalasHapus
  7. sebenernya bukan merusak, tapi mengganggu kinerja.. tapi paling buruk emang gak bisa bekerja total alias rusak...
    nice post ^_^

    BalasHapus
  8. Ya dan salah satunya terhadap manusia sendiri akan terjadi interaksi karena ke-tidakstabil-an alam ini yang mengakibatkan pada saat itu Seluruh mahluk hidup termasuk manusia mengalami gangguan "Jiwa" Bathin karena perobahan yang drastis sehingga akan membuat manusia yang iman, Hatinya lemah akan seperti kerasukan Syetan dan saling menmbunuh satu dengan yang lain tanpa sebab, sama seperti pada saat suhu badan kita meningkat dikala kita mengalami sakit kadang kita menginggau, tanpa sebab yang pasti karena keadaan bathiniah (badan dalam) yang tidak stabil, jadi pada saat itu akan terdengar suara leakan yang maha dasyat karena terbelahnya udara atau atmosfir bumi karena gaya yang masuk sempat "beradu" dengan Ionosfir bumi sama halnya seperti "petir" dan pada saat iru Langit itu seakan-akan kelihatan terbelah, karena Ledakan yang terjadi dimatahari itu menghasilkan Sinar rasiasi yang lebih pekat (Hitam)dan ,elindungi sinar matahari yang maenyinari bumi, Sesuai dengan Ayat Primbon kami bahwa "Apabila Langit Telah Kami Belah" "Apabila meteor dan bintang Kami jatuhkan" Jelas energi akan menghempaskan apa yang dilaluinya seperti "angin" Angin tidak berujud namun "menghacurkan"

    BalasHapus

 
Top