Assalamualaikum sobat ??

Pernah tidak kamu merasa ditindih dan tidak bisa bergerak pada saat tidur? Dan pada saat itu tubuh kamu tak bisa digerakkan, lidah kelu, dan merasa ketakutan??
Kata orang mungkin kita ditindih oleh makhluk halus. Apakah benar??
Mungkin saja, sebab saya sendiri pernah beberapa kali mengalaminya dan pada saat itu saya melihat sosok manusia yang saya sendiri tidak mengenalnya. Saya ingin berteriak karena takut namun lidah saya kelu, tak bisa bergerak, dan badan saya pun tak bisa digerakkan. Biasanya terjadi 3 - 5 menit.

Namun, ternyata fenomena ini telah diteliti dan dalam dunia kesehatan disebut Sleep Paralys. Benar atau tidak saya juga tidak tahu. Hehehe. Berikut adalah penjelasan detilnya.

Ini merupakan kondisi ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak, berteriak pun tidak mampu. Kejadian ini biasanya disertai halusinasi, yaitu seperti melihat sosok di sekitar tempat tidur, dan dapat berlangsung dalam hitungan detik hingga menit.

Fenomena ini kerap dikaitkan dengan hal mistis. Sebab, bentuk halusinasi yang muncul bisa menyerupai sosok sahabat, kerabat yang telah meninggal, bayangan hitam, atau hantu, tergantung latar belakang kebudayaannya.

Di Barat, fenomena ini sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada pula yang melaporkan melihat agen rahasia asing atau alien. Pada banyak lukisan abad pertengahan dapat kita lihat sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan, sehingga ia dalam ketakutannya merasa sulit bernapas.

Malfungsi tidur

"Tindihan paling sering terjadi pada orang yang kurang tidur. Bisa juga dipicu oleh kelelahan, stres, cemas berlebihan," kata Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, sleep technologist dari Sleep Disorder Clinic, RS Mitra Kemayoran.

Seorang peneliti sleep paralysis, Al Cheyne dari University of Waterloo berpendapat, sleep paralysis adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur dari tahap rapid eye movement (REM).

Dijelaskan Dr. Andreas, tidur dibagi menjadi beberapa tahap berdasarkan gelombang otak, yaitu tahap N1, N2, N3, dan R. Urutan tidur biasanya dimulai dari N1-N2-N3-kembali ke N2-R-kembali ke N2-N3-kembali ke N2-R-kembali ke N2-N3 dan seterusnya.

N1 adalah tahap tidur paling ringan, sering kita masih setengah sadar. N2 merupakan tahap tidur yang lebih dalam, sedangkan N3 paling dalam. R adalah REM. Pada tahap ini mimpi terjadi.

Gelombang otak mimpi mempunyai frekuensi mirip gelombang otak sadar. Ini menjelaskan kenapa orang bisa merasa berada dalam alam kesadaran lain ketika bermimpi.

Kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur sering membuat gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Dari sadar ke N1 lalu melompat ke R (mimpi). Yang khas pada mimpi ini timbul halusinasi munculnya sosok lain dan lumpuh (paralysis), sehingga tubuh tidak dapat bergerak atau mulut kelu.

Posisi telentang

Tindihan dapat terjadi pada pria dan wanita. Usia rata-rata orang mengalami tindihan pertama kali 14-17 tahun. Diperkirakan setiap orang pernah mengalami tindihan setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Tindihan dapat disebabkan hal yang tidak dapat dikontrol hingga memicu stres dan terbawa dalam mimpi.

Kondisi lingkungan kerja juga berpengaruh. Contohnya, mereka yang bekerja dalam shift lalu kekurangan tidur dan memiliki pola tidur yang tidak teratur. Juga sering terjadi pada individu yang tidur dalam posisi telentang, wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur. Karena itu, mengubah posisi tidur dapat mengurangi risiko terserang tindihan.

Tindihan bisa muncul pada penderita sleep apnea walaupun jarang karena selalu berada dalam kondisi kurang tidur akibat henti napas. Kurang tidur inilah yang memicu tindihan.

Gejala depresi


Meski biasa terjadi, tindihan patut diwaspai karena bisa merupakan gejala penyakit, misalnya narcolepsy, sleep apnea, kecemasan, depresi, atau kurang tidur. Ada baiknya penderita membuat catatan mengenai pola tidurnya selama beberapa minggu, untuk membantu mengetahui penyebab tindihan.

Setelah mengetahui faktor pemicu, cara ideal menghalaunya tentu menghindari pemicu. Jika tindihan sebagai akibat terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Catatan yang sudah dibuat akan sangat membantu ketika penderita memeriksakan diri ke dokter.

Dokter perlu mengetahui kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Juga jenis obat yang pernah atau sedang digunakan. Orang yang susah tidur bisa diberi obat penenang untuk mempermudah tidurnya.

"Kurang tidur tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah terlalu berat. Itu membutuhkan evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur.

Jadi, fenomena ditindih hantu saat tidur telah terjawab oleh penelitian ini. Percaya atau tidak itu terserah sobat. Hehehe

18 komentar:

  1. Semua pasti ada ilmiahnya ... Hehehe.

    BalasHapus
  2. hha,,,
    btul juga sob..
    :D

    BalasHapus
  3. hahaha bnr nih, kata ortu dulu klo misalkan berat pas lg tidur ktanya lg 'ditidurin' yg bgituan hiii...

    BalasHapus
  4. aq jg pernah ngerasain, ada sisi ilmiah n sisi mistisnya. tergantung kita menyikapinya, nice info :)

    BalasHapus
  5. @ oempak : ortu q jga blg kyk gtu bg,, hha

    @ kak nadya : betul kak,, tergntung kita memandang dari sisi apa..
    :)

    thanks all...

    BalasHapus
  6. Sepertinya aq pernah, astagfirullah.. banyakan malez bangun klo pagi,, kadang juga serasa kaget terbangun tengah malam.. benar-benar aneh.. Makasih ya dah sharing infonya!

    BalasHapus
  7. sama-sama kak deasy..
    :)

    BalasHapus
  8. wow, nice info...

    BalasHapus
  9. aku pernah merasakan kejadian ini sekali , sereeem .

    BalasHapus
  10. wow,artikel yang menjelaskan kejadian yang cukup mbingungin sebelum baca artikel ini..
    sumpah,dulu penasaran banget kenapa bisa ngrasain kayak gitu..

    btw,,nice song..i like it

    BalasHapus
  11. artikel yang keren...jadi tau rahasia ilmiah hal2 yang berbau mistik,,hahay..

    nice song..

    BalasHapus
  12. klo faktor saya g bisa bergerak saat tidur mungkin karena kaki saya keram karena kelelahan saat lagi tertidur !!!
    wkekekeke !!!!

    BalasHapus
  13. bagus sekali informasi nya. saya pernah mengalami nya beberapa kali dan sejak itu saya takut tidur. boleh di repost? tentu akan saya tambahkan nama anda sebagai pengarang aslinya

    BalasHapus
  14. silahkan di repost..
    :D

    semoga artikelnya bermanfaat sobat....

    BalasHapus
  15. hiiii...jgn sampe deh,..lbh baik mmg tidur cukup plg ga 7 jam sehari ckp u kesehatan. n jgn lupa berdo'a sblm tidur....tfs...success 4 u...!

    BalasHapus
  16. Saya dah pernah mengalami hal ini setelah berusaha akhirnya saya bisa bangun tapi tidur lagi dan terjadi lagi

    BalasHapus

 
Top