"Teng teng teng", bel istirahat pun berbunyi. Siswa-siswa langsung menyerbu kantin. Walaupun di SMPN 7 ini ada 3 kantin, tetapi kantin budhe-lah yang paling ramai. Mungkin karena lontong dan nasi goreng budhe terasa enak. Tak hanya siswa-siswa yang meramaikan kantin budhe, tetapi guru-gurunya pun tak ketinggalan. "Budhe, lontongnya pake telur tapi ga pake lama ya ?!!",kata Pramana. "Budhe, aku nasi goreng ga pake telur!",kata Faruqi. "Aku nasi goreng yang pedas ya budhe?!!",kata Mefril. "Budhe, lontongnya tiga ribu ga pake telur!",kataku. Begitulah suasana di kantin budhe.

Setelah selesai makan, Pramana dan aku pergi meninggalkan kantin. Dalam perjalanan menuju kelas, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil. "Wooii, aku punya sesuatu yang bagus nii", kata orang itu . Ternyata orang itu adalah Sugara. "Apa?",kataku. "Aku ga bisa liatin di sini, nanti orang-orang tahu",kata Sugara. "Kalo gitu kita liatnya sepulang sekolah aja", kata Pramana. "Oke,"jawab aku dan Sugara.

"Teng teng teng teng teng", suara bel pulang pun berbunyi. "Bisa kamu liatin sekarang?" tanya Pramana tidak sabar. "Iya nih", kataku. "Kayaknya gak seru kalo cuma bertiga, kita ajak aja Faruqi dan Mefril", usul Sugara. Lalu, stelah mereka semua berkumpul, Sugara pun memperlihatkan sesuatu itu. Suasana tiba-tiba hening. "Apa kau gila, Sugara?" kata Faruqi. "Iya, masa membawa Jaelangkung ke sekolah", kataku. "Jelas di depan sekolah kita ini kuburan, apa kau tidak takut?"kata Pramana. "Iya nih, mikir donk", kata Mefril. "Tenang-tenang, boneka jael ini aku dapat di depan SD di jalan rokan sana, jadi aku bawa aja ke sekolah,"jawab Sugara dengan tenang.

"Tadi pagi sebelum aku berangkat sekolah, aku sekilas membaca di koran, katanya di SD di jalan Rokan murid SDnya sebanyak 5 orang tewas mengenaskan,"kata Mefril. "Terus apa hubungannya dengan kita?"kataku. "Ya jelas ada, soalnya mereka tewas setelah main jaelangkung di toilet sekolah," kata Mefril. Lalu mereka terdiam. Setelah beberapa detik suasana hening, Sugara berkata dengan percaya diri. "Aku akan bermain dengan boneka Jael ini, kalian berani tidak?"tanya Sugara. "Bukannya kami tidak berani, tapi kami khawatir akan resikonya, kan sudah jelas kamu mendapatkan boneka itu di depan TKP, bisa jadi kita korban selanjutnya,"kataku panjang lebar. "Ya, aku setuju dengan Ichwan,"kata Pramana. Faruqi pun kelihatan mengangguk setuju. Tapi Mefril malah berkata, "Dasar kalian penakut, masa hanya dengan boneka ini kalian takut,"katanya. Kami bertiga pun merasa tertantang dengan sikap Sugara dan Mefril yang terlalu berani.

Setelah dipaksa mereka, kami bertiga pun akhirnya ikut dalam permainan berbahaya itu. Hari sudah menunjukkan pukul 13.45, seharusnya mereka berlima sudah tiba di rumah dan makan siang. Tapi, mereka malah bermain dengan permainan yang menantang nyawa dan logika, JAELANGKUNG.
Mereka sibuk menyiapkan peralatan, seperti korek api, lilin, pena dan kertas. Mereka pun duduk melingkari tiang bendera di tengah lapangan sekolah. "Baiklah, peralatan sudah siap, mari kita mulai," kata Sugara. "Kalian baca mantera nya di dalam hati saja," kata Mefril. "OK deh," kata Sugara. Aku pun mengedipkan mataku kepada Faruqi dan Pramana serta menggelengkan kepalaku agar tidak membaca mantera itu. Setelah lima menit berlalu, hari pun mulai gelap, suhu bertambah panas, dan . . . DUUAARRRR !!!!!

Petir dengan dahsyat menyambar tiang bendera, beruntung tidak ada yang terluka. Mereka pun lari puntang panting menuju kelas 3.1. "Tuh kan sudah ku bilang bahaya," kata Faruqi. "Bahaya GIGIMU !! Itu kan cuma petir karena hari mau hujan!!" kata Sugara dengan nada membentak. "Kau gila ya? Mana ada hari mau hujan, sedangkan suhunya bertambah panas,"kataku membela Faruqi. Sedangkan Mefril dan Pramana hanya diam saja. Suasana pun mencekam. Tiba-tiba boneka Jael yang ada di depan tiang bendera itu bergerak dan menuliskan sesuatu di atas kertas. Tulisan aneh yang di tulisnya pun berbentuk "2M=SM". Mereka pun bergegas ke lapangan dan melihat tulisan aneh itu.

"Sekarang jam berapa?" tanyaku. Faruqi pun melirik arloji digitalnya, dan ia pun terbelalak. "Ha? Jamku menunjukkan pukul 00.02!'' kata Faruqi. Lengkaplah sudah keanehan yang terjadi hari itu. Badan mereka lemas. Rasanya tak ada tenaga untuk lari dari tempat ini. Tapi tiba-tiba Sugara berdiri dan berteriak keras. Tak ada yang tahu apa arti kata-kata yang di ucapkannya. Selesai berteriak begitu, Sugara pun berlari mngitari lapangan sekolah dengan kencang seperti orang kesurupan. Tak ada yang berani mencegahnya, kami hanya mampu melihat keanehan demi keanehan yang terjadi tanpa tahu apa artinya.

Sesaat kemudian, aku tersentak dan di saat yang bersamaan Sugara terjatuh dengan kepala membentur pot bunga di depan Laboratorium. Ia tewas. Suasana pun mulai panik. "Jam berapa sekarang Faruqi?" tanyaku. Sekali lagi Faruqi terbelalak melihat arlojinya. Dengan ragu-ragu ia menjawab jam 00.01. "Benar dugaanku!" kataku. " Ada apa ?"tanya Pramana. "Kode 2M=SM itu, menurutku, 2M artinya ada 2 orang yang akan Mati, sedangkan kode SM aku gak tau artinya, lalu jam yang menunjukkan 00.02 itu artinya ada dua orang korban, setelah sugara tewas, jam berubah menunjukkan pukul 00.01, itu artinya tinggal satu orang lagi korbannya," kataku menjelaskan. "Dari mana kau tahu?" tanya Mefril . " Aku juga bingung kenapa aku bisa berfikir seperti itu," jawabku. "Lalu kenapa korban selanjutnya tinggal satu? Sedangkan kita tinggal berempat?" tanya Faruqi. "Aku juga tidak tahu." jawabku.

Suasana tetap hening. Mencekam. Berada di sekolah berempat, apalagi jam menunjukkan 00.01, sungguh aneh dan menakutkan. Di tambah lagi sekolah kami berada di depan Taman Pemakaman Umum. Aku benar-benar menyesal kenapa mau ikut dalam permainan maut ini. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. "Mefril, menurutku kau adalah korban selanjutnya!"kataku. "Mengapa kau berkata begitu, kau ingin aku mati ya!!!" bentak Mefril. "Maafkan aku, tapi, kode 2M=SM itu menurutku adalah 2 Mati= Sugara Mefril, soalnya inisial namamu adalah M," kataku. "Bodohnya aku mau ikut permainan ini, aku menyesaaaalll!'' teriak Mefril.

Setelah berteriak begitu, tiba-tiba boneka itu terbang dan melesat menuju Mefril. Aku pun menariknya dengan sekuat tenaga. Tapi tiba-tiba aku, Pramana, dan Faruqi terpental keluar sekolah. Setelah sadar kami bertiga sudah ada di Rumah Sakit Umum. Teman-teman dan guru-guru kami pun kelihatan menjenguk. Kata mereka Sugara dan Mefril tewas mengenaskan,dan hari ini SMP 7 diliburkan selama 2 hari untuk kepentingan polisi menyelidiki kasus ini. Hanya beberapa orang yang percaya cerita kami.

Lalu teman kami Tino berkata kepada salah satu guru kami,"Bu, tadi saya melihat boneka Jael tergeletak di depan sekolah, lalu saya melihat dua orang anak SMA memungutnya, dan kata mereka, sepulang sekolah mereka akan memainkan boneka Jael itu," kata Tino. Mendengar perkataan Tino, kami bertiga kaget. Berarti akan ada korban lagi. Aku berusaha memberitahu guru tapi tak ada yang percaya.

Seminggu kemudian ada kabar di koran yang menyatakan 2 orang siswa SMA Muhammadiyah tewas mengenaskan di lapangan sekolah mereka. Aku pun memberitahu kepada guru guru dan teman-temanku, tapi tak ada yang percaya bahwa itu ulah boneka Jael. Hanya Faruqi dan Pramana yang percaya. Semenjak itu pengawasan di sekolah kami semakin ketat. Begitulah KISAH ANEH DI SEKOLAH kami.

(Cerita ini hanyalah fiktif belaka)

3 komentar:

  1. sial, gue udah serius bacanya dari awal, eh pas baca 'Sugara tewas' baru nyadar ini cerita ngarang ngarang doang -_-

    BalasHapus
  2. hahaha... tambah bagus blog kau

    BalasHapus

 
Top